Archive for June, 2007

Masakan Padang Pakai Ganja?

Cerita yang satu ini sudah sejak lama saya dengar. Namun berhubung saya orang Minang yang terbiasa tidak reaktif dalam menanggapi isu-isu seputar etnik, khabar burung ini biasanya saya diamkan saja. Sama seperti saya mendiamkan kasak-kusuk seputar laki-laki Minang yang tidak berkuasa di kampung halamannya, atau laki-laki Pariaman (kebetulan saya juga) yang dibeli sama istrinya. Saya [...]

Continue reading »

Bertemu Takeshi

Pagi ini akhirnya saya bisa merasakan bagaimana menderitanya Nobita, Suneo dan Shizuka ketika dipaksa menonton konser Giant. Suara emas Giant pagi ini hadir dalam penampakan nyata lewat seorang “seniman bus kota” yang naik di perempatan Pancoran. Saya sebagai pengamat dan objek penderita berada diatas bus P46 (Kampung Rambutan – Grogol). Giant berdiri menghadap saya [...]

Continue reading »

Lalu Apa Setelah Yang Tiga Itu?

Akhirnya saya berkesempatan lagi menulis, setelah hampir sepuluh hari berkutat dengan pekerjaan. Dalam sepuluh hari itu, lama saya merenung memikirkan topik apa yang akan saya angkat. Berulang kali saya menulis sampai dua atau tiga paragraph, namun selalu berakhir dengan CTRL+A, DEL. Atau malah tidak jarang ketika saya nekat melakukan SAVE, satu menit kemudian saya melakukan [...]

Continue reading »

Taat Kok Cuma Kalau Ada Apa Apanya

Dear tEmAn-2, 
Senin, 25 Juni 2007,
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
akan diselenggarakan di kantor Encrypted Indonesia, ( PUNCAK JAYA ROOM )
Khusus untuk hari tersebut, mohon perhatiannya untuk menggunakan dress-code formal dan mohon bantuannya untuk menjaga kerapihan dan kebersihan tempat kerja masing2 ya, karena rencananya akan ada tinjauan ke lokasi kerja masing2.
Malu donk kalau berantakan…  
Hari ini, [...]

Continue reading »

Ternyata Perbudakan Masih Ada

Kalau ada hal yang paling saya benci dari negara-negara Arab selain adat suka gontok-gontokan mereka yang sangat terkenal itu, adalah sikap biadab sebagian warga negara mereka terhadap pembantu-pembantu (asal Indonesia). Jika mengingat hal ini saya kadang jadi lancang berpikir, rasanya sia-sia saja Islam menjamahi mereka selama 1400 tahun lebih. Sia-sia saja mereka dipilih Tuhan sebagai [...]

Continue reading »

Trotoar : Daerah Tak Bertuan Dalam Kota

Seingat saya, dulu yang namanya trotoar ini adalah penanda peradaban kota. Kalau saya berkendara dari suatu daerah dan sekonyong-konyong menemukan trotoar dipinggiran jalan, maka dapat dipastikan bahwa saya barusaja meninggalkan sebuah kabupaten dan memasuki sebuah kotamadya atau ibu kabupaten. Saya tidak tahu apakah patron ini masih berlaku sampai saat ini.
Namun yang saya jumpai di Jakarta [...]

Continue reading »

Camelia IV

“Kematian hanyalah tidur panjang”
“Maka mimpi indahlah engkau… Camelia”
Tidak. Ternyata Satrio tidak salah. Bu Siska juga tidak salah. Dan jam di HP ku juga tidak mungkin salah. Hari ini adalah hari Kamis. Dua hari setelah hari Selasa saat aku pergi mencari tambahan bunga yang dipesan Bu Siska. Hari ini bukan hari kesembilan setelah aku bertemu Camelia [...]

Continue reading »