<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Cela itu bernama “Kampung”</title>
	<atom:link href="http://zulfadli.wordpress.com/2008/05/19/cela-itu-bernama-%e2%80%9ckampung%e2%80%9d/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zulfadli.wordpress.com/2008/05/19/cela-itu-bernama-%e2%80%9ckampung%e2%80%9d/</link>
	<description>Insight, Romance, Mirror and Uneq-Uneq</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 17:58:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ali w</title>
		<link>http://zulfadli.wordpress.com/2008/05/19/cela-itu-bernama-%e2%80%9ckampung%e2%80%9d/#comment-833</link>
		<dc:creator>ali w</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 05:45:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulfadli.wordpress.com/?p=225#comment-833</guid>
		<description>menurut saya tukang sinetron itu hanya latah, karena mereka habis kata atau tidak tahu atau lupa alias tidak ingat lagi, kata-kata apa yang lebih pas diucapkan untuk menggambarkan situasi yang mereka maksudkan, sehingga jalan satu-satunya mereka mengacu pada kamus bahasa yang baku, dan terdapatlah kata &quot;kampungan&quot;.
kita harus mampu menempatkan kata celaan pada situasi yang bagaimana, apalagi di media gambar gerak.
sinetron memang dunia maya tapi harus mampu menjadi media yang patut diteladani di dunia nyata.
jangan sampai yang positif menjadi negatif, atau itu yang anda inginkan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut saya tukang sinetron itu hanya latah, karena mereka habis kata atau tidak tahu atau lupa alias tidak ingat lagi, kata-kata apa yang lebih pas diucapkan untuk menggambarkan situasi yang mereka maksudkan, sehingga jalan satu-satunya mereka mengacu pada kamus bahasa yang baku, dan terdapatlah kata &#8220;kampungan&#8221;.<br />
kita harus mampu menempatkan kata celaan pada situasi yang bagaimana, apalagi di media gambar gerak.<br />
sinetron memang dunia maya tapi harus mampu menjadi media yang patut diteladani di dunia nyata.<br />
jangan sampai yang positif menjadi negatif, atau itu yang anda inginkan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lovepassword</title>
		<link>http://zulfadli.wordpress.com/2008/05/19/cela-itu-bernama-%e2%80%9ckampung%e2%80%9d/#comment-763</link>
		<dc:creator>lovepassword</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 13:27:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulfadli.wordpress.com/?p=225#comment-763</guid>
		<description>Kebanyakan kita sebenarnya memang berasal dari kampung. Dan kita rindu akan kampung. Karena itulah mudik jadi terasa heroik dan mengharukan. Karena ada unsur kerinduan dan cinta terhadap kampung halaman, saudara di kampung, dsb. 

Tapi seperti biasa dalam kasus2 seperti ini, pasti juga akan muncul sisi lainya. Ada yang mlecehkan kampung, pasti juga ada yang mengganggap kampung sebagai kebanggaan. Begitu juga untuk kasus2 yang lain seperti istilah jadul, dsb. Jadul toh juga bisa jadi mode. 

SALAM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kebanyakan kita sebenarnya memang berasal dari kampung. Dan kita rindu akan kampung. Karena itulah mudik jadi terasa heroik dan mengharukan. Karena ada unsur kerinduan dan cinta terhadap kampung halaman, saudara di kampung, dsb. </p>
<p>Tapi seperti biasa dalam kasus2 seperti ini, pasti juga akan muncul sisi lainya. Ada yang mlecehkan kampung, pasti juga ada yang mengganggap kampung sebagai kebanggaan. Begitu juga untuk kasus2 yang lain seperti istilah jadul, dsb. Jadul toh juga bisa jadi mode. </p>
<p>SALAM</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mmmm823371442.717894</title>
		<link>http://zulfadli.wordpress.com/2008/05/19/cela-itu-bernama-%e2%80%9ckampung%e2%80%9d/#comment-696</link>
		<dc:creator>mmmm823371442.717894</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 23:16:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulfadli.wordpress.com/?p=225#comment-696</guid>
		<description>yes287385552.020489 !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yes287385552.020489 !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fadli</title>
		<link>http://zulfadli.wordpress.com/2008/05/19/cela-itu-bernama-%e2%80%9ckampung%e2%80%9d/#comment-689</link>
		<dc:creator>Fadli</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 03:09:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulfadli.wordpress.com/?p=225#comment-689</guid>
		<description>Saya udah berhenti nonton. Seperti yang biasa-biasa, bagusnya cuman sampai episode 10. Setelah itu langsung menjelma menjadi kisah tak berujung, tak berkesudahan, tak berkesimpulan dan tak bermutu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya udah berhenti nonton. Seperti yang biasa-biasa, bagusnya cuman sampai episode 10. Setelah itu langsung menjelma menjadi kisah tak berujung, tak berkesudahan, tak berkesimpulan dan tak bermutu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: oRiDo™</title>
		<link>http://zulfadli.wordpress.com/2008/05/19/cela-itu-bernama-%e2%80%9ckampung%e2%80%9d/#comment-687</link>
		<dc:creator>oRiDo™</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 01:34:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulfadli.wordpress.com/?p=225#comment-687</guid>
		<description>aku juga nonton tuh pas yang itu..
tapi emang gak sering aku nonton, gak tau lah, males aja mo nonton, mungkin sepulang kerja, aku lebih sering menghabiskan waktu dengan keluarga aja..
:)

satu hal yg aku gak tertarik dgn film munajah cinta ini, hampir sama dengan filem2/sinetron2 lainnya, adaaaaa aja pemeran yang jahat (istri ke dua kalo gak salah)..
hhhhh.... capek deh...
gak bs jd contoh/tontonan yg tepat buat anak2...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku juga nonton tuh pas yang itu..<br />
tapi emang gak sering aku nonton, gak tau lah, males aja mo nonton, mungkin sepulang kerja, aku lebih sering menghabiskan waktu dengan keluarga aja..<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>satu hal yg aku gak tertarik dgn film munajah cinta ini, hampir sama dengan filem2/sinetron2 lainnya, adaaaaa aja pemeran yang jahat (istri ke dua kalo gak salah)..<br />
hhhhh&#8230;. capek deh&#8230;<br />
gak bs jd contoh/tontonan yg tepat buat anak2&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rickisaputra</title>
		<link>http://zulfadli.wordpress.com/2008/05/19/cela-itu-bernama-%e2%80%9ckampung%e2%80%9d/#comment-686</link>
		<dc:creator>rickisaputra</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 10:27:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulfadli.wordpress.com/?p=225#comment-686</guid>
		<description>memprihatinkan memang..
bagi saya, kampung halaman justru pengobat rindu, refresh dari segala kejenuhan dan eruwetan kehidupan di pulau jawa ini..

jadi ingin pulang kampung buru2 nih. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memprihatinkan memang..<br />
bagi saya, kampung halaman justru pengobat rindu, refresh dari segala kejenuhan dan eruwetan kehidupan di pulau jawa ini..</p>
<p>jadi ingin pulang kampung buru2 nih. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ari</title>
		<link>http://zulfadli.wordpress.com/2008/05/19/cela-itu-bernama-%e2%80%9ckampung%e2%80%9d/#comment-685</link>
		<dc:creator>Ari</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 08:10:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulfadli.wordpress.com/?p=225#comment-685</guid>
		<description>&#039;tak hanya istilah &quot;kampung&quot; saja, &quot;jadul&quot; juga bernasib sama. apa ada yang salah dengan jadul atau jaman dulu?? kenapa juga konotasinya selalu di-negatifkan??

&quot;ahh.. jadul loe..&quot; ada yang salah ketika saya/dia/mereka memilih untuk tidak mengikuti perkembangan???
&quot;ihh.. jadul banget tuh orang&quot; apa salahnya dia jika dia seperti, sejauh dia nyaman dan menikmatinya, sah-sah saja saya rasa.

mari, Berhenti menghakimi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8216;tak hanya istilah &#8220;kampung&#8221; saja, &#8220;jadul&#8221; juga bernasib sama. apa ada yang salah dengan jadul atau jaman dulu?? kenapa juga konotasinya selalu di-negatifkan??</p>
<p>&#8220;ahh.. jadul loe..&#8221; ada yang salah ketika saya/dia/mereka memilih untuk tidak mengikuti perkembangan???<br />
&#8220;ihh.. jadul banget tuh orang&#8221; apa salahnya dia jika dia seperti, sejauh dia nyaman dan menikmatinya, sah-sah saja saya rasa.</p>
<p>mari, Berhenti menghakimi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
