Sepuluh tahun sudah reformasi berlalu dan seperti sejarah yang sudah-sudah, euforia pun mulai terpecah. Keadaannya persis seperti tahun 1955, sepuluh tahun setelah proklamasi dan juga persis seperti tahun 1974, sembilan tahun setelah orde baru dicanangkan. Masyarakat terbagi atas kalangan kritis-apatis dan kritis-optimis. Sebagian kecil malah ada yang merindukan keadaan pra perubahan. Romantisme orde baru muncul [...]
Archive for the ‘Insight’ Category
14 Jul
Bangsa yang Kecanduan Cela
Apa yang Anda ketahui tentang Indonesia?
Bayangkan pertanyaan sederhana di atas diajukan kepada 10 orang responden yang tersebar di berbagai kawasan dunia. Lalu bayangkan kira-kira seperti apa jawaban-jawaban yang akan Anda dapatkan. Responden di Amerika Utara mungkin akan menyebut sarang teroris, responden di Eropa Utara mungkin akan teringat manusia pohon dan hutan belantara, responden di Afrika [...]
19 May
Cela itu bernama “Kampung”
“Hai perempuan kampung! Jangan pernah kamu membayangkan akan mengawini anakku. Satu-satunya menantu yang diakui keluarga Sanjaya hanyalah Khumairah!”
Lama tidak menyimak sinetron Indonesia, tiba-tiba saya tersentak dan terperangah ketika mendengar sepotong kalimat ini dari mulut salah satu pemerannya. Sinetron apa yah yang akhirnya saya tonton juga setelah hampir 8 tahun mengharamkan jenis tayangan ini? Judulnya adalah [...]
17 Apr
Pemerintah, Perlukah?
“Pemerintah adalah tayangan televisi yang kita saksikan tiap hari dan petugas kelurahan yang melayani kita saat perpanjangan KTP”
Tulisan ini bukan untuk tujuan provokasi maupun kampanye anarkisme. Kutipan diatas pun datangnya bukan dari saya. Malangnya saya, sampai saat tulisan ini saya tulis saya benar-benar tidak ingat siapa pencipta kalimat diatas. Yang saya yakini betul bahwa kalimat [...]
13 Mar
Menemukan Diri Sendiri
“Kepunahan manusia akan dimulai dari penyeragaman di semua lini”
Mainstream! Kata ini sekonyong-konyong menjadi monster bagi saya. Saya merasa tidak bersalah telah membaiat dan membaptist kata ini menjadi penyebab utama tersesatnya berjenis-jenis manusia kejurang kebingungan, keputusasaan dan kehancuran. Makhluk ini pulalah yang telah menyebabkan beragam-ragam manusia merasa dikutuk, tidak hoki, perlu diruwat bahkan merasa dirinya dianaktirikan [...]
27 Dec
Secara Prosedur Kami Benar (Sebuah Memoir Untuk Insiden Selat Malaka)
Belum hapus ingatan kolektif warga bangsa tentang peristiwa berdarah di Pasuruan beberapa bulan yang lalu, muncul lagi insiden yang mengiris hati yang kembali dilakukan oleh TNI Angkatan Laut. Kali ini korbannya adalah nelayan miskin yang tidak tahu apa-apa. Tempat kejadian di Selat Malaka, hanya beberapa kilometer dari bibir pantai Belawan, Sumatera Utara. Seorang nelayan tewas [...]






Tanggapan Terbaru