Archive for the ‘Mirror’ Category

Cela itu bernama “Kampung”

“Hai perempuan kampung! Jangan pernah kamu membayangkan akan mengawini anakku. Satu-satunya menantu yang diakui keluarga Sanjaya hanyalah Khumairah!”
Lama tidak menyimak sinetron Indonesia, tiba-tiba saya tersentak dan terperangah ketika mendengar sepotong kalimat ini dari mulut salah satu pemerannya. Sinetron apa yah yang akhirnya saya tonton juga setelah hampir 8 tahun mengharamkan jenis tayangan ini? Judulnya adalah [...]

Continue reading »

Ada Apa Dengan Panji Koming

 
Sebenarnya sudah cukup lama saya mengamati keganjilan ini dalam setiap edisi Panji Koming di Kompas Minggu, namun berhubung selama ini saya cenderung berprasangka baik maka saya biasanya mengenyampingkan dugaan-dugaan itu. Saya menganggap gambaran itu semata-mata sebagai pelengkap konteks dan suasana saja sehingga dapat berubah sewaktu-waktu. Namun setelah data empirik mulai terkumpul cukup signifikan, saya mulai [...]

Continue reading »

Andaisaja Belanda dan Inggris Tidak Datang ke Nusantara

Lama tidak menulis artikel berbau nasionalisme, sejarah dan antropologi, saya kembali tergelitik ketika membaca sebuah kutipan tentang nasionalisme. Konon kabarnya di dunia barat sana nasionalisme mereka dibangun diatas rasionalisme, universalisme dan tentu saja sekularisme. Kebalikannya adalah timur yang nasionalismenya dicemari oleh kepercayaan-kepercayaan mistis, tahayul, irrasional dan primordial. Kutipan diatas secara kebetulan bersua dengan cita-cita bangsa [...]

Continue reading »

Badai

Kapal itu telah memesonaku sejak kanak-kanak dahulu
Namun ketika datang kesempatan berlayar, aku urung menaikinya
Badai musim ini benar-benar membuatku gila
Sekarang aku berdiri di tebing menatapnya berlayar menjauh …
Aku tidak tahu apakah kapal berikutnya yang dijanjikan akan datang,
Dan aku tidak tahu apakah jika ia datang aku masih ingin menaikinya.
Duh, badai musim ini terasa amat panjang
@@@
Ibu, berdosakah aku [...]

Continue reading »

Kemerdekaan Hakiki dan Nasionalisme Yang Tulus

Saya berpikir lebih dari dua kali sebelum menulis postingan ini. Namun setelah mempertimbangkan bahwa efek kontroversi dan salah paham itu pun sifatnya relatif, maka saya beranikan diri untuk menulis karena saya sadar masih banyak pula orang yang berpikir lebih dari dua kali untuk memahami maksud saya setelah membaca artikel ini. Sedemikian sensitifkah artikel kali ini? [...]

Continue reading »

Ini Republik Militer Bung!

Tenang dulu, saya tidak sedang memprovokasi Anda, apalagi sedang berniat makar terhadap NKRI dan Konstitusi. Saya sebenarnya cuma sedang geli terhadap fenomena negeri ini sekaligus “iri” sama lembaga TNI yang bercikal bakal dari Tentara Keamanan Rakyat (baca: Tentara Dari Rakyat yang Merupakan Sahabat Rakyat) dan lembaga Polisi yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Saya [...]

Continue reading »

Renungan Agustus

Agustus kembali datang, dan kali ini tahun kedua aku menjalaninya di ibukota. Ibukota negara yang sedang bersiap mengadakan pesta perdananya. Gegap gempitanya seakan menutupi aura Agustus yang biasa. Aura kemerdekaan dan nasionalisme kambuhan. Apalagi baru kemarin para warganya serasa disihir menjadi pejuang bangsa, dengan bangga mendukung tim nasionalnya yang lolos putaran final Piala Asia.
Dan event [...]

Continue reading »