Berlatarbelakang akan keprihatinan saya akan semakin pudarnya dan semakin tidak populernya lagu-lagu Minang pada masa keemasan periode 1950-1995 pada saat ini, maka saya mencoba untuk mengambil inisiatif menjadikan blog sebagai salah satu saranan pengarsipan lagu-lagu ini, terutama liriknya.

Kenapa hanya lirik dan kenapa harus pada rentang 1950-1995. Karena dalam pemahaman saya pilar utama kekuatan lagu Minang itu adalah pada liriknya bukan melodinya. Lirik-lah yang menegaskan identitas ke-Minang-an pada lagu itu. Andaikata lirik tersebut memakai bahasa Melayu atau bahasa Indonesia sekalipun, jika lirik nya masih memegang kaidah lagu Minang itu, maka ia tetap digolongkan lagu Minang. Kenapa bukan melodi atau aransemen musiknya?

Melodi dan aransemen musik memang memiliki andil penting dalam sebuah lagu Minang, namun karakter seni suara dari Ranah Minang ini (khususnya kontemporer/non klasik) amatlah terbuka. Aransemen musik dalam lagu Minang kontemporer, tidaklah harus seragam patronnya. Ini bisa dilacak dari karya-karya Gumarang Group pada era 1950-an sampai karya-karya kontemporer di era 1990-an. Pada rentang selama itu, aransemen musik lagu Minang telah menembus batas-batas yang tidak terbayangkan sebelumnya. Irama Latin, Cha-cha, Reggae, Gambus, Melayu, Orchestra, Dangdut, Batak Trio, Karo bahkan Jawa dan Sunda pernah dipergunakan. Bahkan jenis-jenis aransemen hasil kawin silang dan penemuan baru pun tak kalah sering dimunculkan. Karakter masyarakat Minang yang sangat terbuka sangat mendukung inovasi-inovasi ini.

Kita kembali ke permasalahan lirik. Jamak diketahui khalayak Minang, bahwa sejak 1995 sampai sekarang terjadi dekadensi seni pada lagu Minang. Apa pasal? Tidak lain tidak bukan adalah karena lirik yang tidak berkualitas lagi. Salah satu penyebabnya adalah infiltrasi lagu-lagu pop Indonesia pada era cengeng (akhir 1980-an).

Lalu seperti apa lirik lagu Minang yang berkualitas itu. Tentu saja saya tidak dapat menghakimi dan memvonis karena ini menyangkut rasa. Cuma dalam pengamatan saya dari koleksi-koleksi kaset yang dimiliki orang tua saya, lirik pra-1995 antara lain bercirikan :

1. lirik sederhana namun sarat makna

2. sampiran pantun yang digunakan tidak sembarangan

3. berisi pesan moral ataupun kaidah adat

4. mencerminkan intelektualitas penciptanya

Kira-kira empat ciri sederhana tersebut yang bisa saya catat. Sebenarnya, diluar keempat ciri itu masih ada lagi, namun saya tidak kunjung bisa membahasakannya. Lagi-lagi karena ini adalah masalah rasa.

Tidak panjang-panjang lagi, berikut saya perkenalkan Project M (Project Memory atau Project Minang) ini dengan melaunching blog Lirik Lagu Minang Lamo yang beralamatkan di http://laguminanglamo.wordpress.com/

Saya sangat mengharapkan kontribusi para pembaca sekalian baik warga Minang maupun warga sahabat orang Minang, yang sekiranya mempunyai koleksi lirik atau hafal salah satu lagu Minang pada era 1959-1995. Untuk itu saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya.

Semoga usaha ini nantinya juga bisa berkembang menjadi pendokumentasian secara online karya-karya seni tutur Minangkabau, seperti kaba, pantun,dendang dan naskah randai atau simarantang.