Kapal itu telah memesonaku sejak kanak-kanak dahulu
Namun ketika datang kesempatan berlayar, aku urung menaikinya
Badai musim ini benar-benar membuatku gila
Sekarang aku berdiri di tebing menatapnya berlayar menjauh …

Aku tidak tahu apakah kapal berikutnya yang dijanjikan akan datang,
Dan aku tidak tahu apakah jika ia datang aku masih ingin menaikinya.
Duh, badai musim ini terasa amat panjang

@@@

Ibu, berdosakah aku padamu?
Sungguh ibu, sungguh aku bimbang
Awan dipuncak tebing sana terlihat lebih cemerlang ketimbang yang dikaki cakrawala itu
Ayah,
Maaf, aku telah memilih jalanku.

@@@

Wahai Nahkoda,
Tidak terlalu lamakah menurutmu lima tahun perjalanan itu?
Maaf Nahkoda,
Selain cakrawala itu, apakah engkau tidak punya dongeng lain?

@@@

Bahtera, engkau cinta pertama tak bersyarat
Tapi mengapa engkau datang saat badai
Engkau menawan bahtera, bahkan angkuh
Tapi sedikitpun tak kau bawa berita tentang ranah tujuan

@@@

Padamu tebing,
Mungkin aku akan setia bergelantungan
Walau curam-mu tambah lukaku.
Berjanjilah tebing,
Bukan hanya awan yang dapat kuraih dipuncak-mu.

@@@

Badai, pergilah!