Ceritakan tentang diri Anda

JEBAKAN : Hati-hati, sekitar 80% dari pewawancara memulai dari pertanyaan polos ini. Banyak kandidat yang tidak mempersiapkan diri untuk pertanyaan ini, menjatuhkan dirinya sendiri dengan berceloteh tentang sejarah hidupnya dan mengeksplorasi pengalaman kerjanya atau hal-hal pribadi tentang dirinya.

JAWABAN TERBAIK : Mulailah dengan kondisi terkini dan ceritakan kenapa Anda pantas untuk mengisi posisi yang ditawarkan. Ingatlah bahwa satu-satunya kunci keberhasilan dalam wawancara kerja adalah kemampuan Anda untuk mencocokkan kualifikasi Anda dengan kebutuhan pewawancara. Dalam arti kata, Anda harus menjual apa yang ingin dibeli oleh pewawancara. Ini adalah satu-satunya strategi terpenting dalam pencarian pekerjaan.

Jadi, sebelum Anda menjawab pertanyaan ini atau pertanyaan-pertanyaan lainnya, sangat penting bagi Anda untuk mencoba mencari tahu apa kebutuhan utama dari pewawancara, apa keinginan utamanya, apa masalah yang dihadapinya dan apa tujuannya.

Untuk melakukan itu, Anda bisa melakukan 3 langkah dibawah ini :

  1. Lakukan persiapan sebaik mungkin sebelum wawancara kerja untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh pewawancara, bukan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan atau industri yang Anda sasar (kebutuhan umum).
  2. Jika bisa pada bagian awal wawancara, tanyakanlah kepada pewawancara gambaran menyeluruh tentang kebutuhan dari posisi yang ditawarkan. Anda boleh saja mengungkapkan, “Saya memiliki beberapa hal untuk saya ceritakan kepada Anda, namun jika Anda tidak keberatan saya ingin menanyakan kepada Anda tentang hal terpenting yang menjadi prioritas Anda untuk posisi ini, agar supaya Anda mendapatkan informasi yang akurat dari saya secara lebih efektif. Selama ini apa yang saya ketahui hanyalah berdasarkan iklan yang saya baca (atau sumber lainnya).
  3. Jika memungkinkan, ajukan pertanyaan kedua atau ketiga sekalipun untuk lebih mengeksplorasi kebutuhan sang pewawancara. Seringkali, biasanya pertanyaan-pertanyaan tambahan inilah yang akan membuat Anda tahu lebih dalam apa sebenarnya yang diinginkan oleh pewawancara tersebut. Anda bisa memperpanjang pertanyaan pembukaan ini dengan menanyakan, “lebih jelasnya bagaimana?” atau “adakah hal lain yang Anda anggap penting supaya saya berhasil dalam posisi ini?”, setelah pewawancara memberikan jawaban atas pertanyaan pertama Anda.

Memang cara ini tidak semudah teorinya, terutama untuk saat-saat awal, karena tentu saja lebih mudah untuk hanya menjawab pertanyaan saja. Namun jika Anda benar-benar ingin mengetahui keinginan pewawancara, supaya jawaban Anda tepat pada pertanyaan yang akan diberikan nantinya, lakukanlah langkah ini. Tanyakan pertanyaan kunci ini sebelum Anda memulai memberikan jawaban-jawaban Anda, maka selanjutnya proses wawancara akan berjalan lebih lancar dan alami dan Anda pun boleh mengklaim bahwa saat ini Anda sudah berada satu langkah didepan kandidat-kandidat lain yang menjadi kompetitor Anda.

Setelah mengetahui secara mendalam apa sebenarnya yang dicari oleh pewawancara, jelaskanlah bahwa kebutuhan dari posisi ini sebenarnya berkesesuaian/cocok dengan latar belakang, kualifikasi dan tugas-tugas Anda terdahulu yang sukses Anda kerjakan.

Pastikan Anda menggambarkan secara spesifik dengan contoh-contoh yang nyata tentang tanggung jawab dan utamanya prestasi Anda, sehingga mengesankan bahwa Anda benar-benar cocok dengan kebutuhan yang tadi dijelaskan oleh pewawancara.