Apa kelemahan terbesar Anda?

JEBAKAN : Hati-hati, ini adalah pertanyaan pembunuh yang dirancang untuk menyusutkan daftar kandidat. Setiap pengakuan terhadap kelemahan dan kegagalan akan membuat Anda mendapatkan nilai “A” untuk kejujuran, namun nilai “F” untuk wawancaranya sendiri.

JAWABAN YANG CUKUP BAIK : Samarkanlah kekuatan dan kelebihan Anda sebagai sebuah kelemahan, misalnya : “Kadangkala saya terlalu keras terhadap anak buah saya karena saya terbiasa bekerja dalam situasi yang mendesak, namun tidak semua orang menyukai hal seperti itu”. Kekurangannya adalah, walaupun strategi ini lebih baik ketimbang mengakui sebuah kekurangan, namun cara ini telah terlalu banyak dipraktekkan sehingga bagi pewawancara sendiri, teknik ini akan dengan mudah terdeteksi, lebih-lebih oleh pewawancara yang telah berpengalaman.

JAWABAN TERBAIK : Yakinkanlah pewawancara bahwa sebenarnya tidak ada hal yang akan menghalangi Anda untuk menempati posisi ini dan berprestasi bagus, kemudian uraikan segera kualifikasi Anda untuk memperkuat alasan Anda tersebut. Misalnya : “Kita tahu tidak ada seorangpun yang sempurna, namun berdasarkan uraian Anda tadi, saya meyakini bahwa saya adalah kandidat yang tepat untuk posisi ini. Saya tahu itu berdasarkan pengalaman saya sendiri ketika merekrut orang, saya melihat 2 hal penting yaitu apakah kandidat ini punya kualifikasi untuk melakukan pekerjaan ini dengan baik dan apakah mereka punya motivasi yang bagus untuk melakukannya. Latar belakang saya dapat membuktikan bahwa saya memiliki keduanya, yaitu kualifikasi dan motivasi yang tinggi untuk mencapai keberhasilan dalam kondisi apapun. Jadi dengan segala hormat, saya pikir tidak ada alasan bagi Anda untuk khawatir terhadap keinginan saya yang kuat untuk berkarya pada posisi ini dengan hasil yang baik”

Jika Anda belum tahu benar tentang posisi yang akan Anda isi, Anda dapat mencoba strategi berikut ini. Daripada pusing memikirkan kelemahan Anda, akan lebih baik jika Anda mencoba menguraikan hal apa yang paling Anda sukai dan hal apa yang paling tidak Anda sukai. Pointnya adalah, usahakanlah membuat gambaran bahwa hal-hal yang Anda sukai sangat bersesuaian dengan kualifikasi dan syarat suksesnya pekerjaan ini, dan hal-hal yang tidak Anda sukai sama sekali bukan hal penting yang dapat mengganggu Anda untuk berprestasi dalam pekerjaan ini.

Contohnya : Jika kebetulan Anda melamar sebagai pengajar atau dosen, “Jika saya diberi pilihan, saya akan menghabiskan sebanyak mungkin kesempatan berbicara di depan kelas, ketimbang mengerjakan tugas-tugas menulis di kantor. Meskipun begitu, saya tetap menganggap penting tugas-tugas menulis dan akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Namun kembali saya tekankan, bahwa hal yang benar-benar saya sukai di antara keduanya adalah berbicara di depan kelas”.

Anda bisa mengganti konteks diatas sesuai kebutuhan Anda.

Selamat mencoba🙂