You are currently browsing the category archive for the ‘Info’ category.

Jangan buru-buru terkejut dan gembira jika minggu-minggu ini Anda melihat gencarnya iklan BCA yang menawarkan bunga KPR 7.5 % fixed untuk masa kredit 1 dan 2 tahun. Iklan ini memang menggiurkan, bagaimana tidak. Coba Anda hitung menggunakan Kalkulator BCA di alamat bawah ini:

http://www.klikbca.com/individual/kredit/kredit.html?t=1&j=1

Pokok kredit sebanyak 80 juta sebagai contoh, jika dicicil selama 2 tahun BCA hanya hanya akan mengambil untung 6,4 juta saja. Menarik bukan?

Namun kenyataannya tidak sesederhana itu. Dalam setiap promosi menggiurkan selalu ada faktor “bintang kecil” nya alias syarat dan ketentuan. Berikut ini adalah syarat dan ketentuan tersebut supaya Anda bisa cepat-cepat menyesali rasa kaget dan gembira itu:

  1. BCA tidak menerima take over KPR untuk skenario apapun. So buang jauh-jauh pikiran Anda untuk mengoper sisa kredit di bank lain ke BCA sehingga bisa menghemat bunga yang harusnya dibayarkan ke bank lama.
  2. Bunga 7.5% ini hanya berlaku untuk plafond kredit minimal 250 juta.
  3. Anda harus sudah menjadi nasabah BCA selama minimal 5 tahun.

Jadi kalau Anda tidak termasuk kategori salah satu atau ketiga syarat di atas, buang jauh-jauh mimpi Anda untuk menikmati bunga bombastis ini.

BCA ini bank kaya, dia tidak butuh uang apalagi nasabah miskin macam Anda 🙂

Advertisements

Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda sekarang?

JEBAKAN : Jangan pernah sekalipun Anda menjelek-jelekkan perusahaan tempat Anda bekerja sekarang/terdahulu, bidang usahanya, direksi, bekas bos Anda, karyawan atau bahkan pelanggan dan client Anda. Peraturan ini adalah mutlak dan tidak boleh diganggu gugat, jangan pernah menceritakan sesuatu yang negatif tentang apapun! Setiap lumpur yang Anda tebarkan hanya akan mengotori pakaian Anda sendiri.

Secara khusus hindari kata-kata seperti konflik personal, tidak dapat membina hubungan baik atau kata-kata lainnya yang memberikan kesan jelek terhadap kompetensi, integritas dan temperamen Anda.

JAWABAN TERBAIK : Jika pada saat ini Anda sedang bekerja  dan Anda belum 100% yakin akan meninggalkan perusahaan tempat Anda bekerja sekarang, jangan khawatir untuk mengatakannya. Selama Anda masih memiliki pekerjaan, posisi Anda lebih kuat daripada tidak memiliki pekerjaan. Tapi Anda jangan malu-malu atau berbasa-basi kalau Anda mengharapkan kesempatan yang lebih baik. Sekedar mengingatkan seperti yang telah seringkali diuraikan, jawaban Anda akan lebih kuat jika Anda sebelumnya telah mengetahui seluk beluk tentang posisi ini dan mampu mencocokkan kualifikasi Anda dengan yang diinginkan.
Jika pada saat ini Anda sedang tidak memiliki pekerjaan, jangan sekali kali berbohong jika Anda pernah dipecat. Kebohongan tentang hal ini adalah tidak etis dan sangat mudah sekali dideteksi. Namun tidak mengapa jika Anda mengungkapkan alasan pemecatan itu menurut pandangan pribadi Anda. Jika Anda pernah dipecat dikarenakan adanya perubahan kepemilikan dalam perusahaan, merger atau perampingan divisi maka hal ini tidaklah akan merugikan Anda saat wawancara.

Meskipun begitu usahakan untuk menunjukkan profesionalisme Anda dan gambarkan bahwa Anda dapat menerima keputusan perusahaan Anda terdahulu, meskipun itu pahit. Pernyataan seperti ini akan menggambarkan Anda sebagai pribadi yang kuat, diatas rata-rata dan berdaya juang tinggi sehingga mampu menyembuhkan diri sendiri dari luka karena pemecatan tersebut.

Intinya, pastikan Anda mempersiapkan alasan yang ringkas dan jelas mengenai alasan anda meninggalkan pekerjaan Anda saat ini.

ALASAN TERBAIK : Untuk meningkatkan penghasilan, mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk berkembang.

Apa kelemahan terbesar Anda?

JEBAKAN : Hati-hati, ini adalah pertanyaan pembunuh yang dirancang untuk menyusutkan daftar kandidat. Setiap pengakuan terhadap kelemahan dan kegagalan akan membuat Anda mendapatkan nilai “A” untuk kejujuran, namun nilai “F” untuk wawancaranya sendiri.

JAWABAN YANG CUKUP BAIK : Samarkanlah kekuatan dan kelebihan Anda sebagai sebuah kelemahan, misalnya : “Kadangkala saya terlalu keras terhadap anak buah saya karena saya terbiasa bekerja dalam situasi yang mendesak, namun tidak semua orang menyukai hal seperti itu”. Kekurangannya adalah, walaupun strategi ini lebih baik ketimbang mengakui sebuah kekurangan, namun cara ini telah terlalu banyak dipraktekkan sehingga bagi pewawancara sendiri, teknik ini akan dengan mudah terdeteksi, lebih-lebih oleh pewawancara yang telah berpengalaman.

JAWABAN TERBAIK : Yakinkanlah pewawancara bahwa sebenarnya tidak ada hal yang akan menghalangi Anda untuk menempati posisi ini dan berprestasi bagus, kemudian uraikan segera kualifikasi Anda untuk memperkuat alasan Anda tersebut. Misalnya : “Kita tahu tidak ada seorangpun yang sempurna, namun berdasarkan uraian Anda tadi, saya meyakini bahwa saya adalah kandidat yang tepat untuk posisi ini. Saya tahu itu berdasarkan pengalaman saya sendiri ketika merekrut orang, saya melihat 2 hal penting yaitu apakah kandidat ini punya kualifikasi untuk melakukan pekerjaan ini dengan baik dan apakah mereka punya motivasi yang bagus untuk melakukannya. Latar belakang saya dapat membuktikan bahwa saya memiliki keduanya, yaitu kualifikasi dan motivasi yang tinggi untuk mencapai keberhasilan dalam kondisi apapun. Jadi dengan segala hormat, saya pikir tidak ada alasan bagi Anda untuk khawatir terhadap keinginan saya yang kuat untuk berkarya pada posisi ini dengan hasil yang baik”

Jika Anda belum tahu benar tentang posisi yang akan Anda isi, Anda dapat mencoba strategi berikut ini. Daripada pusing memikirkan kelemahan Anda, akan lebih baik jika Anda mencoba menguraikan hal apa yang paling Anda sukai dan hal apa yang paling tidak Anda sukai. Pointnya adalah, usahakanlah membuat gambaran bahwa hal-hal yang Anda sukai sangat bersesuaian dengan kualifikasi dan syarat suksesnya pekerjaan ini, dan hal-hal yang tidak Anda sukai sama sekali bukan hal penting yang dapat mengganggu Anda untuk berprestasi dalam pekerjaan ini.

Contohnya : Jika kebetulan Anda melamar sebagai pengajar atau dosen, “Jika saya diberi pilihan, saya akan menghabiskan sebanyak mungkin kesempatan berbicara di depan kelas, ketimbang mengerjakan tugas-tugas menulis di kantor. Meskipun begitu, saya tetap menganggap penting tugas-tugas menulis dan akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Namun kembali saya tekankan, bahwa hal yang benar-benar saya sukai di antara keduanya adalah berbicara di depan kelas”.

Anda bisa mengganti konteks diatas sesuai kebutuhan Anda.

Selamat mencoba 🙂

Apa kelebihan/kekuatan utama Anda ?

JEBAKAN : Pertanyaan ini tampak seperti pertanyaan pancingan, namun hati-hati, Anda jangan sampai merasa bisa dan besar kepala dulu. Justru inilah saatnya Anda untuk memperlihatkan diri Anda sebagai pribadi yang rendah hati.

JAWABAN TERBAIK : Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, strategi utama Anda adalah mengetahui apa yang diinginkan sebenarnya oleh pewawancara sebelum Anda menjawab pertanyaan yang diajukan.

Dalam setiap wawancara, Anda harus siap secara mental untuk pertanyaan ini. Persiapkan juga sedikitnya satu atau dua contoh yang menggambarkan masing-masing kekuatan. Pilihlah contoh yang paling aktual dan prestasi yang paling membanggakan.

Pastikan Anda punya daftar jawaban dari pertanyaan ini berikut contohnya yang bersesuaian dan usahakan untuk mengingatnya dalam pikiran Anda, sehingga kapanpun Anda diajukan pertanyaan ini, Anda akan dapat menjawabnya dengan sigap dan mantap.

Jadi begitu Anda mengetahui keinginan sang pewawancara, Anda dapat secara cepat memilih dan menceritakan kekuatan Anda yang paling cocok dengan yang diinginkannya.

Sebagai panduan umum, berikut adalah 10 karakteristik yang paling diinginkan oleh perusahaan/pewawancara dari kandidat :

  1. Pencapaian yang dapat dibuktikan, khususnya jika pencapaian Anda tersebut bersesuaian dengan keinginan utama perusahaan.
  2. Kecerdasan dan kemampuan manajemen.
  3. Kejujuran, integritas dan pribadi yang santun.
  4. Kecocokan dengan budaya perusahaan, pribadi yang terlihat nyaman berada ditengah-tengah pewawancara.
  5. Menunjukkan minat dan rasa suka, bersikap positif dan punya selera humor.
  6. Kemampuan komunikasi yang bagus.
  7. Dedikasi dan kemauan untuk melangkah lebih maju untuk mencapai keberhasilan.
  8. Tujuan yang pasti dan jelas.
  9. Semangat besar dan motivasi tinggi.
  10. Percaya diri dan berkualitas pemimpin.

Ceritakan tentang diri Anda

JEBAKAN : Hati-hati, sekitar 80% dari pewawancara memulai dari pertanyaan polos ini. Banyak kandidat yang tidak mempersiapkan diri untuk pertanyaan ini, menjatuhkan dirinya sendiri dengan berceloteh tentang sejarah hidupnya dan mengeksplorasi pengalaman kerjanya atau hal-hal pribadi tentang dirinya.

JAWABAN TERBAIK : Mulailah dengan kondisi terkini dan ceritakan kenapa Anda pantas untuk mengisi posisi yang ditawarkan. Ingatlah bahwa satu-satunya kunci keberhasilan dalam wawancara kerja adalah kemampuan Anda untuk mencocokkan kualifikasi Anda dengan kebutuhan pewawancara. Dalam arti kata, Anda harus menjual apa yang ingin dibeli oleh pewawancara. Ini adalah satu-satunya strategi terpenting dalam pencarian pekerjaan.

Jadi, sebelum Anda menjawab pertanyaan ini atau pertanyaan-pertanyaan lainnya, sangat penting bagi Anda untuk mencoba mencari tahu apa kebutuhan utama dari pewawancara, apa keinginan utamanya, apa masalah yang dihadapinya dan apa tujuannya.

Untuk melakukan itu, Anda bisa melakukan 3 langkah dibawah ini :

  1. Lakukan persiapan sebaik mungkin sebelum wawancara kerja untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh pewawancara, bukan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan atau industri yang Anda sasar (kebutuhan umum).
  2. Jika bisa pada bagian awal wawancara, tanyakanlah kepada pewawancara gambaran menyeluruh tentang kebutuhan dari posisi yang ditawarkan. Anda boleh saja mengungkapkan, “Saya memiliki beberapa hal untuk saya ceritakan kepada Anda, namun jika Anda tidak keberatan saya ingin menanyakan kepada Anda tentang hal terpenting yang menjadi prioritas Anda untuk posisi ini, agar supaya Anda mendapatkan informasi yang akurat dari saya secara lebih efektif. Selama ini apa yang saya ketahui hanyalah berdasarkan iklan yang saya baca (atau sumber lainnya).
  3. Jika memungkinkan, ajukan pertanyaan kedua atau ketiga sekalipun untuk lebih mengeksplorasi kebutuhan sang pewawancara. Seringkali, biasanya pertanyaan-pertanyaan tambahan inilah yang akan membuat Anda tahu lebih dalam apa sebenarnya yang diinginkan oleh pewawancara tersebut. Anda bisa memperpanjang pertanyaan pembukaan ini dengan menanyakan, “lebih jelasnya bagaimana?” atau “adakah hal lain yang Anda anggap penting supaya saya berhasil dalam posisi ini?”, setelah pewawancara memberikan jawaban atas pertanyaan pertama Anda.

Memang cara ini tidak semudah teorinya, terutama untuk saat-saat awal, karena tentu saja lebih mudah untuk hanya menjawab pertanyaan saja. Namun jika Anda benar-benar ingin mengetahui keinginan pewawancara, supaya jawaban Anda tepat pada pertanyaan yang akan diberikan nantinya, lakukanlah langkah ini. Tanyakan pertanyaan kunci ini sebelum Anda memulai memberikan jawaban-jawaban Anda, maka selanjutnya proses wawancara akan berjalan lebih lancar dan alami dan Anda pun boleh mengklaim bahwa saat ini Anda sudah berada satu langkah didepan kandidat-kandidat lain yang menjadi kompetitor Anda.

Setelah mengetahui secara mendalam apa sebenarnya yang dicari oleh pewawancara, jelaskanlah bahwa kebutuhan dari posisi ini sebenarnya berkesesuaian/cocok dengan latar belakang, kualifikasi dan tugas-tugas Anda terdahulu yang sukses Anda kerjakan.

Pastikan Anda menggambarkan secara spesifik dengan contoh-contoh yang nyata tentang tanggung jawab dan utamanya prestasi Anda, sehingga mengesankan bahwa Anda benar-benar cocok dengan kebutuhan yang tadi dijelaskan oleh pewawancara.

Translate to

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 77 other followers

Categories

RSS Kompasiana Fadz

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Visitor Locations

MARAWA

Blog Stats

  • 313,297 hits
%d bloggers like this: